4:45 AM
sejenak, aku diingatkan oleh perasaan. bukan tentang kamu, dia, dan bahkan mereka. tapi tentang ayah.
selamat pagi, Ayah. Kau bisa melihatku dari langit sana? lihat, aku sudah dewasa! mungkin tak seperti bayanganmu, tapi aku selalu berusaha menjadi sepertimu. kebodohan yang aku buat sudah tak bisa ku hitung dengan jari. bahkan banyak yang menyebutku tak tau diri. ah, aku tak peduli. aku tak peduli dengan segala caci maki! manusia sempurna itu hanya ilusi!
Kau mau mendengar cerita anak bungsumu? mau ya, Ayah? aku tidak lagi punya tempat untuk menyandarkan kepala. Ibu? Ibu sehat, ayah. tapi aku hanya tak mau menambah beban hidupnya dengan cerita sampah dari anaknya. meski sudah dewasa, tapi tingkahku layaknya anak berusia lima. apa, Ayah? bangga? Kau bangga? jangan menyindirku, Ayah. aku tak punya sesuatu pun untuk Kau banggakan. aku hanya merasa hidupku sebagai beban. aku malu!
pekerjaanku, ayah? bagi sebagian orang mereka berkata "mau jadi apa kamu ngeband mulu?". tapi aku tau, ini bakat darimu. tulisan ini pun hadir karena hobimu membaca. aku ingat kau pernah membawaku ke perpustakaan -yang sekarang aku menjadi membernya- dan kau membawa pulang banyak sekali buku untuk dibaca. aku membacanya meski tak tau apa yang dimaksudkan. hahaha.. kenangan itu masih ada. dan akan selalu ada.
jodoh? mungkin sebaiknya aku tak menceritakannya di sini. bisa jadi tertawaan aku. nanti kita bertemu saja di alam mimpi.
Kau baik² kan, ayah? aku selalu mendo'akanmu. tidak pernah lupa sedetik pun! oh, meski sudah terlambat 2 bulan, anakmu tak akan lupa tanggal di mana Kau lahir. Selamat Ulang Tahun, Ayah! temanku pun berulang tahun di tanggal yang sama. mungkin dia malu kalau saja aku sebut namanya. hahaha..
mataku berat, Ayah. tampaknya kantuk mulai mengganggu kita. tak apalah, tanpa dia kita juga tak bisa bersua.
baiklah, Ayah. aku kembali dulu ke social media. iya, aku punya banyak teman di sana. mungkin nanti Kau bisa mengenalnya. sampai jumpa, Ayah.
5:19 AM
posted from Bloggeroid