Dengan Hormat,
apa kabar, Ibu? Engkau baik² saja kan? 3 bulan aku di pulau seberang. sudah tak terbendung lagi rindu ini. aku rindu dimarahi olehmu, dibangunkan dari tidurku, diingatkan atas sholatku, dan tentu saja, dimasakkan makanan favoritku. aku di sini baik² saja. tidak ada masalah yang terlalu besar untuk dibincangkan. tidak perlu khawatir yang berlebihan :)
kakak memberiku kabar, dia mulai bekerja di ibukota. seketika otakku menerawang keadaanmu. baik²kah Engkau di sana? lalu, siapa yang menemanimu? siapa yang mengajakmu berbincang saat Engkau merasa kesepian? seketika itu pula aku menangis, sedih. aku tak tega membiarkan orang nomor 1 di hatiku merasa seperti itu. cukup aku saja, Ibu.
jika ada pilihan antara pekerjaan dan Engkau, tentu aku tinggalkan pekerjaanku, saat ini juga! aku tak peduli apapun. kecuali Engkau, Ibu. hatiku tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui kabarmu. tapi apa daya? aku tidak pernah bisa mengungkapkan kepedulian, rasa sayang, rindu, cinta dan apapun itu padamu. aku mengutuk sikapku sendiri!
tolong beri tau aku, Ibu. aku lebih bahagia berada di sisimu dengan apa adanya. tentu saja aku akan berusaha untuk mengubah itu. apapun akan aku lakukan untuk membuatmu bangga! cukup restui aku dalam do'amu. aku tau Engkau selalu melakukannya tanpa aku minta.
Ibu, air mataku tak mau berhenti menetes kala mengingatmu. pun saat aku mengingat Ayah. tunggu aku, Ibu. aku akan berada di sisimu tanpa pernah meninggalkanmu sepersekian detik. selamanya.
apa kabar, Ibu? Engkau baik² saja kan? 3 bulan aku di pulau seberang. sudah tak terbendung lagi rindu ini. aku rindu dimarahi olehmu, dibangunkan dari tidurku, diingatkan atas sholatku, dan tentu saja, dimasakkan makanan favoritku. aku di sini baik² saja. tidak ada masalah yang terlalu besar untuk dibincangkan. tidak perlu khawatir yang berlebihan :)
kakak memberiku kabar, dia mulai bekerja di ibukota. seketika otakku menerawang keadaanmu. baik²kah Engkau di sana? lalu, siapa yang menemanimu? siapa yang mengajakmu berbincang saat Engkau merasa kesepian? seketika itu pula aku menangis, sedih. aku tak tega membiarkan orang nomor 1 di hatiku merasa seperti itu. cukup aku saja, Ibu.
jika ada pilihan antara pekerjaan dan Engkau, tentu aku tinggalkan pekerjaanku, saat ini juga! aku tak peduli apapun. kecuali Engkau, Ibu. hatiku tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui kabarmu. tapi apa daya? aku tidak pernah bisa mengungkapkan kepedulian, rasa sayang, rindu, cinta dan apapun itu padamu. aku mengutuk sikapku sendiri!
tolong beri tau aku, Ibu. aku lebih bahagia berada di sisimu dengan apa adanya. tentu saja aku akan berusaha untuk mengubah itu. apapun akan aku lakukan untuk membuatmu bangga! cukup restui aku dalam do'amu. aku tau Engkau selalu melakukannya tanpa aku minta.
Ibu, air mataku tak mau berhenti menetes kala mengingatmu. pun saat aku mengingat Ayah. tunggu aku, Ibu. aku akan berada di sisimu tanpa pernah meninggalkanmu sepersekian detik. selamanya.
posted from Bloggeroid

