Pages

Thursday, May 10, 2012

Dengan Hormat,

apa kabar, Ibu? Engkau baik² saja kan? 3 bulan aku di pulau seberang. sudah tak terbendung lagi rindu ini. aku rindu dimarahi olehmu, dibangunkan dari tidurku, diingatkan atas sholatku, dan tentu saja, dimasakkan makanan favoritku. aku di sini baik² saja. tidak ada masalah yang terlalu besar untuk dibincangkan. tidak perlu khawatir yang berlebihan :)

kakak memberiku kabar, dia mulai bekerja di ibukota. seketika otakku menerawang keadaanmu. baik²kah Engkau di sana? lalu, siapa yang menemanimu? siapa yang mengajakmu berbincang saat Engkau merasa kesepian? seketika itu pula aku menangis, sedih. aku tak tega membiarkan orang nomor 1 di hatiku merasa seperti itu. cukup aku saja, Ibu.

jika ada pilihan antara pekerjaan dan Engkau, tentu aku tinggalkan pekerjaanku, saat ini juga! aku tak peduli apapun. kecuali Engkau, Ibu. hatiku tidak akan bisa tenang sebelum mengetahui kabarmu. tapi apa daya? aku tidak pernah bisa mengungkapkan kepedulian, rasa sayang, rindu, cinta dan apapun itu padamu. aku mengutuk sikapku sendiri!

tolong beri tau aku, Ibu. aku lebih bahagia berada di sisimu dengan apa adanya. tentu saja aku akan berusaha untuk mengubah itu. apapun akan aku lakukan untuk membuatmu bangga! cukup restui aku dalam do'amu. aku tau Engkau selalu melakukannya tanpa aku minta.

Ibu, air mataku tak mau berhenti menetes kala mengingatmu. pun saat aku mengingat Ayah. tunggu aku, Ibu. aku akan berada di sisimu tanpa pernah meninggalkanmu sepersekian detik. selamanya.

posted from Bloggeroid

Friday, April 13, 2012


aku diam bukan berarti aku tidak mencintaimu kan?
no worry.

Friday, March 16, 2012

Wednesday, March 07, 2012



diantara 8 arah mata angin, tidak satu pun aku temukan bayanganku.
kemana dia? hilang? entah lah, sudah lama aku tak bersua dengannya.
terakhir kali, waktu aku bertemu denganmu dia masih ada di bawah kakiku.
coba kau perhatikan sekelilingmu, apakah bayanganku ada di sana?
kalau iya, kau terlalu kejam. teramat kejam!
kau sudah membawa setengah dari potongan hatiku, sekarang kau ambil juga bayanganku?
kenapa hanya setengahnya?
lihat aku! aku mau kau ambil aku sepenuhnya!
aku cemburu! kenapa setengah hatiku dan bayanganku saja yang kau ambil? kenapa bukan aku?
apa yang bisa kau lakukan bersama mereka? mereka tak berwujud, asal kau tau saja.
aku ini nyata! bisa kau peluk dan menghiburmu saat kau butuh seseorang untuk menghibur.
hati dan bayanganku tidak bisa melakukan itu!
ambil aku, ambil!
satukan dengan setengah hati dan bayanganku. kau akan temukan sosok laki-laki utuh yang membutuhkanmu seperti dia membutuhkan ibunya.
ah, itu hanya harapan semu.
aku saja tidak pernah ada saat kau butuh.
mungkin saat ini tidak, tapi pada satu hari, kau akan tau niatku.


kamu itu ngga tau ya aku lagi kangen banget?!

udah, aku ga mau banyak nulis, percuma. ga ngobatin kangenku ke kamu. malah bikin capek jari capek hati.

"tapi aku mau kamu inget beberapa hal, aku ngga pernah capek buat kangen kamu, sayang kamu."


P.S: ini seharusnya sms. cuma karena keterbatasan karakter, jadinya ditulis di sini. sayangnya, di sini ngga ada kolom receiver *sigh*

Sunday, January 08, 2012

Saturday, January 07, 2012

4:45 AM

sejenak, aku diingatkan oleh perasaan. bukan tentang kamu, dia, dan bahkan mereka. tapi tentang ayah.

selamat pagi, Ayah. Kau bisa melihatku dari langit sana? lihat, aku sudah dewasa! mungkin tak seperti bayanganmu, tapi aku selalu berusaha menjadi sepertimu. kebodohan yang aku buat sudah tak bisa ku hitung dengan jari. bahkan banyak yang menyebutku tak tau diri. ah, aku tak peduli. aku tak peduli dengan segala caci maki! manusia sempurna itu hanya ilusi!

Kau mau mendengar cerita anak bungsumu? mau ya, Ayah? aku tidak lagi punya tempat untuk menyandarkan kepala. Ibu? Ibu sehat, ayah. tapi aku hanya tak mau menambah beban hidupnya dengan cerita sampah dari anaknya. meski sudah dewasa, tapi tingkahku layaknya anak berusia lima. apa, Ayah? bangga? Kau bangga? jangan menyindirku, Ayah. aku tak punya sesuatu pun untuk Kau banggakan. aku hanya merasa hidupku sebagai beban. aku malu!

pekerjaanku, ayah? bagi sebagian orang mereka berkata "mau jadi apa kamu ngeband mulu?". tapi aku tau, ini bakat darimu. tulisan ini pun hadir karena hobimu membaca. aku ingat kau pernah membawaku ke perpustakaan -yang sekarang aku menjadi membernya- dan kau membawa pulang banyak sekali buku untuk dibaca. aku membacanya meski tak tau apa yang dimaksudkan. hahaha.. kenangan itu masih ada. dan akan selalu ada.

jodoh? mungkin sebaiknya aku tak menceritakannya di sini. bisa jadi tertawaan aku. nanti kita bertemu saja di alam mimpi.

Kau baik² kan, ayah? aku selalu mendo'akanmu. tidak pernah lupa sedetik pun! oh, meski sudah terlambat 2 bulan, anakmu tak akan lupa tanggal di mana Kau lahir. Selamat Ulang Tahun, Ayah! temanku pun berulang tahun di tanggal yang sama. mungkin dia malu kalau saja aku sebut namanya. hahaha..

mataku berat, Ayah. tampaknya kantuk mulai mengganggu kita. tak apalah, tanpa dia kita juga tak bisa bersua.

baiklah, Ayah. aku kembali dulu ke social media. iya, aku punya banyak teman di sana. mungkin nanti Kau bisa mengenalnya. sampai jumpa, Ayah.

5:19 AM

posted from Bloggeroid

Tuesday, December 20, 2011

#LukaItuSederhana: Melihatmu tersenyum lepas saat menatapnya, misalnya.

#LukaItuSederhana: kau terlihat lebih bahagia saat jemari mungilmu bertautan dengannya daripada bertatap muka denganku, misalnya.

#LukaItuSederhana: Mendengar ceritamu tentangnya, misalnya.

#LukaItuSederhana: saat kau tau aku lebih lebih lebih mencintaimu daripadanya dan aku hanya seonggok bangkai dihadapanmu.

#LukaItuSederhana: mencintaimu secara diam-diam, tanpa pernah meninggalkan dia.

#LukaItuSederhana: kugenggam tangannya dan kusebut namamu.

#LukaItuSederhana: berpura² tidak mencintaimu di depannya.


ini semua karya saya berbalas dengan @msv_tha :P
kalo punya yg kaya beginian, mention saya aja di twitter. ntar saya masukin lagi plus saya kasih sumbernya kok :)

posted from Bloggeroid

Wednesday, December 14, 2011

Rabu, 14 Desember 2011, 03:32 PM

saya cuma mau playing lagunya R.E.M disini.

sedih, sedih saat kita nyalain TV beberapa hari lalu. ada mahasiswa dari UBK (Univ. Bung Karno, cmiiw) yang melakukan aksi protes dengan bakar diri karena kekesalannya terhadap pemerintah negeri ini. ya, sejak kejadian itu nama Sondang Hutagalung menjadi pembicaraan di Indonesia. terlebih di kalangan mahasiswa.

saya marah, benci, kecewa. semuanya campur aduk. saya bukan mahasiswa, bukan pula seorang aktivis yang bisa berteriak lantang menentang ketidakadilan. saya cuma laki-laki biasa. pun saya tidak memiliki keberanian seperti Sondang Hutagalung. tapi saya punya hati. dan saya pikir semuanya setuju kalo itu yang tidak dimiliki pemerintah kita.

bagaimana bisa segerombol makhluk berakal masih bisa berebut kekuasaan, uang, dan segala macam hal busuk. sementara di sudut lain dari negeri kaya ini masih banyak yang tidak mendapatkan makanan cukup dan layak. mendapat pendidikan yang setara dengan pusatnya. dan segala macam kekurangan lainnya. masih pantaskah mereka berteriak mengakui "saya ini manusia!"???

tidak, saya tidak membenarkan perbuatan Sondang Hutagalung. dan juga tidak akan menyalahkan. bagaimana mungkin saya berani menyalahkan saat seorang Sondang Hutagalung mempertaruhkan nyawanya, dan saya hanya berteriak melalui tulisan² tak bermakna? PENGECUT!

perbuatan Sondang Hutagalung pun melahirkan pro kontra. banyak yang menghujatnya -karena menurut mereka perbuatannya itu teramat bodoh-, dan tidak sedikit yang menganggapnya pahlawan. tapi Tuhan sudah mengetukkan 'palu'NYA, dan tidak ada satu makhluk pun yang bisa mencegah. Sondang Hutagalung dipanggilNYA. teriakannya tidak lagi bisa didengar oleh keluarga, kawan, atau bahkan mungkin musuhnya. dia abadi dikenang atas 'jasa'nya berani menentang ketidakadilan di negeri ini.

selamat jalan, kawan. saya tidak mengenalmu, demikian pula sebaliknya. semoga teriakanmu dari kobaran api itu bisa membangkitkan keberanian kami yang padam. apimu akan melahirkan lebih banyak lagi Sondang Hutagalung.

posted from Bloggeroid

Wednesday, October 19, 2011


halo, udah lama ga posting. janji saya soal lebaran juga gagal. mohon maaf. mampet ide menulis, jadinya ya gitu deh.

oke, ini postingan berdasar pengalaman 5 hari (12-17/10/2011) di Pulau Garam. yap! Madura. saya lagi ada kerjaan disana. dari Surabaya via Jembatan Suramadu ga sampe satu jam juga udah sampe. laen cerita kalo naek kapal dari pelabuhan Tanjung Perak. kita harus nunggu antrian kapal feri buat kesananya.
saya brangkat dari Surabaya tanggal 12 sore, sekitar jam 6 lah. naek motor! iya, motor! dishub sialan. ini pengalaman pertama ke Madura naek motor. pertama kali juga lewat Suramadu. yang dulu udah pernah via kapal feri. jadi ini perjalanan ke Madura yang ke 2 kali. pertama lewat Suramadu, yang kebayang adalah adegan kecelakaan pertama di film Final Destination 5. parah banget kan? Suramadu di malam hari bagus. lampu² yang ngehias itu kaya ngehibur kita di 15-20 menit perjalanan ke Madura. sayangnya beberapa spot ada yang penerangannya hilang. oknum yang tidak bertanggung jawab, biasalah. yang begitu ada dimana².
sekitar 15 menitan saya udah sampe di pulau seberang. kesan pertama, SURAM. yap , penerangan minim banget. apa kerja pemerintah daerah??? korupsi aja digedein, kawasan pinggir kaya gini ga diurusin. sakit jiwa.
setelah nyeberang dari Suramadu, kita cuma dapet pedagang souvenir di pinggir jalan. selebihnya sawah! saya kira setelah sampe langsung ada kota. ternyata ke kota harus nunggu lagi 20 menit. kota pertama dari Madura itu Bangkalan. oh iya, Madura ini dibagi jadi 4 kabupaten. kalo kita runtut dari barat ke timur:
  1. Bangkalan.
  2. Sampang.
  3. Pamekasan.
  4. Sumenep.
karena ini urusan kerjaan, jadi ga sempet muter² Bangkalan. saya juga harus ngejar waktu ke Sampang yang kira² makan waktu 1,5-2 jam perjalanan. bukan apa², perjalanan dari Bangkalan ke Sampang waktu malam hari itu semacam uji nyali. bukan masalah setan ato demit, tapi yang lebih sempurna dari itu, manusianya. ada daerah di Bangkalan yang disitu nyebutnya Gunung Geger. sebenernya kalo diperhatiin, Madura ga punya gunung. mereka berbukit. salah persepsi aja.
dan sesuai dugaan saya, ini pulau emang ga keurus. penerangannya pelit banget. padahal jalanannya jelek dan banyak banget truk gede². jadinya kita juga ketar-ketir di perjalanan. bener aja, di daerah Gunung Geger itu penerangan cuma dari lampu motor/mobil dan remang² lampu dari rumah penduduk. mau ga mau kan kita musti was-was dari kejahatan. gampang banget kalo mo ngerampok ato kriminal laennya. setelah 2 jam perjalanan, akhirnya touchdown juga di Sampang. dan dari 5 hari disana, saya menyimpulkan beberapa hal:
  • Madura itu bukit. dan bukitnya bukit kapur. jadi panasnya ya banget. cuma disini anginnya ga kira². makanya ga ada yang make rok rumbai² :D
  • 5 hari di Sampang, saya nemu 1 doang anak yang make kacamata. selebihnya kacamata gaya. disini bisa disimpulkan 2 kondisi +-
  • + mereka punya gen mata yang baik. karena di Sampang ini jalanan kota lempeng aja. belok²nya jarang. jadi mereka butuh penglihatan tajam,
  • - mereka jarang/ga suka baca. matanya ga pernah dipake buat ngegali informasi via membaca. makanya SDM ketinggalan JAUH BANGET ama Surabaya yang jaraknya cuma beberapa jam aja dari situ. beda sama daerah di sekitaran Jakarta.
  • anak mudanya gila perhatian banget. ini merujuk dari yang mereka lakukan buat narik perhatian cewek. orang dari kota besar akan mengatakan norak buat kelakuan anak² mudanya. tapi ya ga 100% begitu, kebanyakan.
yah, cukuplah cerita 5 hari dari Madura. saya disana kerja, jadi jangan tanya soal tempat wisata!
oh iya, TOLONG GARIS BAWAHI INI YA. ini cuma pengamatan 5 hari dan dari opini saya sendiri. saya tidak bermaksud mendiskreditkan anak² muda Madura yang bertingkah seperti itu. yang jadi sarjana dan berperilaku sewajarnya juga banyak. jadi kalo kalian ga setuju/ga suka silahkan komentar dan tunjukkan kata² saya yang kalian anggap menyerang. nanti saya bisa revisi ato menghapusnya.

terima kasih sudah membaca.
 
Copyright (c) 2010 Just Read It... Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.